Kirim OTP dan Notifikasi via WhatsApp API (Contoh Integrasi)
14 Oktober 2026
Integrasi OTP & notifikasi transaksional via WhatsApp API: struktur request, penanganan gagal/rate limit, dan pola queue agar stabil di volume tinggi.

OTP via WhatsApp lebih murah dari SMS dan pembacaannya lebih tinggi — orang membuka WA lebih sering dari inbox SMS. Tapi kirim OTP beda dgn kirim promo: gagal kirim = user terkunci. Artinya integrasi harus benar dari awal.
Struktur request
Satu endpoint untuk semua jenis pesan:
to: nomor tujuan format 62xxxmessage: isi (untuk OTP, cukup teks singkat)device_key: device pengirim — pisahkan device khusus OTP supaya queue tidak berebut dgn promo
```
POST /api/v1/send
Authorization: Bearer <api_key>
{ "device_key": "...", "to": "628...", "message": "Kode OTP Anda: 4821 (berlaku 5 mnt)" }
```
Yang membuat OTP stabil
- Timeout pendek — perlakukan OTP gagal-kirim sebagai error login, bukan retry tanpa batas.
- Rate limit per user — batasi 3 permintaan OTP per nomor per jam; cegah abuse sekaligus hemat kuota.
- Jangan pernah log kode OTP — log ID pesan saja, tanpa isinya.
- Fallback — tawarkan kirim ulang via SMS bila WA gagal berulang.
Notifikasi non-OTP
Pola sama untuk invoice, status order, pengingat: satu template per jenis, kirim via queue (jangan blokir request utama), simpan job_id untuk telusur status di panel Status Pengiriman.
Contoh cURL/JS/PHP lengkap di dokumentasi, ringkasan di halaman API, coba key sendiri dari register — lihat harga utk kuota.
